Powered By Blogger

Jumat, 27 Juni 2014

HypnoTeaching untuk Ayah/Ibu


HypnoTeaching untuk Ayah/Ibu

Kebanyakan dari orang tua jaman sekarang mementingkan memiliki anak ketika sudah menikah tanpa memikirkan bagaimana menjadi seorang ayah atau ibu yang baik untuk anaknya nanti. Memang untuk menjadi seorang ayah atau ibu yang baik tidak ada sekolahnya tetapi kita bisa belajar dari buku ataupun dari pengalaman orang yang lebih berpengalaman. Kenapa menjadi seorang ayah atau ibu yang baik itu perlu? Karena setiap hal yang baik pasti akan berbalas yang baik juga, sama seperti halnya kita merawat seorang anak dengan penuh rasa kasih sayang maka anak itu pun nantinya akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan juga sayang kepada kita. Mungkin lingkungan dan pergaulan bisa mempengaruhi si anak dalam perkembangannya tetapi itu kembali kepada kita selaku orang tua karena anak yang patuh kepada orang tua pasti lebih mendengarkan perkataan orang tuanya ketimbang teman-temannya, dan kenapa bisa demikian? Karena si anak merasa orang tuanya ialah orang tua yang baik dan selalu memberi yang terbaik padanya, hal itulah yang membuat si anak lebih mendengarkan orang tuanya. Tetapi jika orang tuanya terkesan tidak memperhatikan anaknya dan terlalu membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa adanya pengawasan maka besar kemungkinannya si anak akan lebih memilih mendengar perkataan temannya ketimbang orang tuanya. Mungkin ini terdengar aneh bagaimana mungkin seorang anak lebih memilih teman ketimbang orang tua tetapi di kenyataannya itu banyak terjadi seperti kasus geng motor, tauran pemuda dan segala macam perbuatan yang merugikan yang dilakukan gerombolan pemuda. Kebanyakan dari anak-anak yang seperti itu berasalan memilih teman karena selalu ada untuk dirinya dan lebih memperhatikan mereka, dan banyak juga dari mereka tau hal yang mereka lakukan salah tetapi karena ajakan teman sendirilah yang mereka tidak bisa menolaknya. Rata-rata dari para anak yang seperti ini memiliki orang tua yang acuh tak acuh pada anak mereka sendiri, dan hal itu berlangsung dari perkembangan anak.

Masihkah kita lebih memilih untuk cepat-cepat memiliki keturunan dan tidak memperhatikan bagaimana perkembangannya nanti? Tentu tidak, karena akan lebih indah ketika kita sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk mendidik anak dan sudah berkomitmen untuk menjadi seorang ayah atau ibu yang baik. Dengan hal ini lah kita dapat menjadikan anak kita nantinya menjadi pribadi yang baik sesuai keinginan kita ataupun keinginannya nanti ketika dia sudah lebih tau. Perlu kita ketahui semua pribadi manusia itu baik adanya tetapi tergantung bagaimana kita mengakui dan menganggap rasa baik itu benar ada didalam diri kita atau hanya perasaan kita saja, dan disinilah peran orang tua yang baik untuk membimbing si anak menjadi pribadi yang baik dengan caranya sendiri. Karena sudah pasti tiap orang tua memiliki caranya tersendiri dalam  membimbing dan mendidik anaknya, apa lagi tiap anak itu pasti memiliki daya tangkap yang berbeda sehingga berbeda pula perlakuan yang harus diberikan.

Disini saya juga ingin mempromosikan salah satu pelatihan yang dapat membantu kita dalam memahami bagaimana gaya belajar anak sehingga dapat mempermudah dalam proses belajar, mendidik dan ketahui bagaimana cara memberi perintah kepada anak secara persuasive. Nama pelatihannya ialah HypnoTeaching dan pelatihan bisa diikuti oleh orang tua, guru, dosen, trainer dan fasilitator. Banyak hal bermanfaat yang bisa diambil jika mengikuti pelatihan ini, diantaranya ialah: lebih mudah menyampaikan pelajaran atau arahan kepada orang lain, terampil mengelola keadaan untuk orang lain. HypnoTeaching ialah seni berkomunikasi kepada para pembelajar dengan menitik beratkan pada pengembangan potensi pikiran bawah sadar (unconscious mind) sehingga tercipta proses belajar yang efektif , menyenangkan dan membawa perubahan. Disini kita akan langsun mempengaruhi atau pun membentuk pola piker orang lain dengan cara berkomuikasi dengan pikiran bawah sadarnya, karena kita dalam bertindak kebanyakan dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar kita yang meringankan pikiran sadar kita. Bagaimana jika kegiatan bawah sadar kita dilakukan oleh pikiran sadar kita? Pasti kita akan kesusahan dan fokus kita akan menjadi banyak. Dan karena itulah pikiran bawah sadar sangat berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pengalaman Pedagogi dan Andragogi

Pengalaman Pedagogi dan Andragogi

            Pedagogi
Pedagogi ialah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru yang dalam istilahnya merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran pada anak-anak TK dan SD. Pedagogi juga memilki ciri-ciri yang menjelaskan tentang teknik pembelajaran yaitu :
  • Pengalaman Siswa yang sedikit atau terbatas

Karena siswa baru mulai belajar bersama siswa-siwa yang lain, dan mungkin menjadi pengalaman pertama.
  • Kesiapan belajar hanya sebatas mengetahui

Karena disini siswa tidak tau bagaimana proses belajar mengajar dan terkesan mengikuti saja arahan dari pengajar tanpa mempertanyakannya.
  • Metode yang diajarkan pasif

Karena siswa sepenuhnya mengikuti pengajara dan tidak diminta untuk member tanggapan dan feedback.
  • Semua aktivitas dikontrol pengajar

Aktifitas yang ada sepenuhnya dikendalikan pengajar sesuai dengan keinginan pengajar ataupun materi yang diberi.
  • Orientasi kepada siswa

Karena siswa yang memiliki ciri-ciri seperti diatas.


Pengalaman dalam pedagogi

Pengalaman pedagogi saya berada pada masa saya TK (Taman Kanak-kanak). Di TK saya merasa sangat berkesan dan sangat bahagia karena penuh dengan bermain dan kebahagian. Tidak ada target dan tidak ada tugas, yang ada hanyalah permainan yang mendidik dan nyanyi-nyanyian yang menambah semangat. Aktifitas saya disana sepenuhnya diawasi oleh guru dan terkesan diarahkan tetapi saya tetap merasa bebas karena saya merasa nyaman. Disana saya belajar berhitung, mengeja, menggambar, menyanyi  dan semua kegiatan yang mendukung kreatifitas saya selaku siswa. Dan ketika saya sudah masuk di SD (Sekolah Dasar) saya mulai merasa bermain itu kurang dilakukan dan mulai serius dengan pelajaran. Materi yang disampaikan pun mulai lebih berat dan pelan-pelan meningkat tiap naik kelas. Saya mulai diberi tugas di kelas dan tugas untuk dirumah yang kadang membuat saya bingung untuk dikerjakan sendirian. Tetapi perlahan-lahan saya mulai terbiasa dengan tugas di kelas maupun tugas untuk di rumah.


              Andragogi
Andragogi ialah proses untuk melibatkan peserta didik yang dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Dimana orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).dan istilah andragogi digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara pendidikan yang diarahkan diri sendiri dengan pendidikan melalui pengajaran oleh orang lain. Andragogi juga memilki ciri-ciri yang menjelaskan tentang teknik pembelajaran yaitu :
  • Pengalaman Mahasiswa sudah banyak

Karena siswa sudah terlebih dahulu menjalani proses belajar mengajar di TK, SD, SMP, dan SMA sehingga sudah pasti banyak pengalamannya.
  • Kesiapan belajar sudah matang

Karena sudah banyak mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga kesiapan  untuk mendapat pelajaran yang lebih pun sudah matang.
  • Metode yang diajarkan aktif

Karena mahasiswa belajar untuk mengemukakan pendapat dan member pandangannya tersendiri akan sesuatu hal atau materi yang diajarakan oleh pengajar.
  • Semua aktivitas tidak dikontrol pengajar

Aktivitas belajar mengajar diberikan pada tiap-tiap mahasiswa karena pengajar hanya sebagai fasilitator dan bukan satu-satunya sumber ilmu.
  • Orientasi kepada mahasiswa

Karena mahasiwa yang memiliki ciri-ciri seperti diatas.


Pengalaman dalam Andragogi

Pengalaman andragogi saya berada pada masa saya kuliah sekarang. Persiapan saya saat masuk kuliah sudah saya persiapan terlebih dahulu pada tamat SMA agar saya dapat gambaran saat masuk kuliah nantinya. Hasilnya ialah saya mendapat gambaran untuk masuk kuliah dan keadaan disana, dan saya pun merasa berhasil ketika masuk kuliah. Di sini saya merasa belajara itu datang dari diri kita sendiri karena kuliah ialah keinginan kita dan bukan keinginan dosen pengajar kita. Dosen disini hanya sebagai fasilitator dan kitalah yang mencari ilmu lebihnya dari berbagai macam refrensi apakah itu dari buku atau dari internet. Saya merasa sedikit ketika harus mencari bahan kuliah sendiri karena saya takut salah dan hasilnya kurang memuaskan. Tetapi pada akhirnya saya mampu membiasakan diri dengan bertanya dengan senior dan dosen untuk bagai mana mencari bahan yang baik dan benar. Dan lama-kelamaan saya merasa nyaman meski rada kesulitan ketika mencari materi karena kebanyakan materinya berbahasa asing sehingga harus di translate terlebih dahulu agar lebih mudah dimengerti. 

Rabu, 28 Mei 2014

MENGELOLA KELAS

MENGELOLA KELAS


Ø Mengapa Kelas Perlu Dikelola Secara Efektif
Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajran murid. Pandangan lama menekankan pada penciptaan dan pengaplikasian aturan untuk mengontrol tidak tanduk murid. Pandangan yang baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan kesempatan untuk menata diri. Tren baru dalam manajemen kelas lebih menekankan pada pembimbingan murid untuk menjadi lebih mau berdisiplin diri dan tidak terlalu menekankan pada control eksternal atas murid.

Isu Manajemen Di Kelas Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas
Kelas di SD, SMP, dan SMA mengandung banyak isu mana jemen yang mirip. Pada semua level pendidikan manajemen kelas yang baik mendesain lingkungan fisik kelas untuk pembelajaran yang optimal, menciptakan lingkungan yang positif untuk pembelajaran, membangun, menegakkan aturan, mengajak murid bekerja sama, mengatasi problem secara efektif, dan menggunakan strategi komunikasi yang baik.

Kelas Padat, Kompleks, dan Berpotensi Kacau
Dalam mengatsi lingkungan kelas, Walter Royle mendeskripsikan enam karakter yang mereleksikan kompleksitas dan potensi problemnya:
·         Kelas adalah multidimensional
·         Activitas terjadi secara simultan
·         Hal-hal terjadi secara cepat
·         Kejadian sering kali tidak bisa diprediksi
·         Hanya ada sedikit privasi
·         Kelas punya sejarah

Memulai dengan Benar
Salah satu kunci untuk mengelola kompleksitas adalah mengelola hari-hari pertama dan minnggu-minggu awal masa sekolah secara cermat dan hati-hati. Anda harus menggunakan masa-masa ini untuk menyampaikan aturan dan prosedur yang anda gunakan kepada kelas dan mengajak murid bekerja sama untuk mematuhinya. Lalu mengajak murid terlibat aktif dalam semua aktivitas pembelajaran.

Penakanan pada Institusi dan Suasana Kelas yang Positif
Kini yang ditekankan oleh sekolah adalah cara mengembangkan dan memelihara lingkungan kelas positif yang mendukung pembelajaran. Ini menggunakan strategi proaktif preventif, bukan menggunakan taktik disipliner reaktif.

Tujuan Strategi Manajemen
Manajemen kelas yang efektif punya 2 tujuan:
1.      Membantu murid menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan mengurangi waktu aktivitas yang tidak diorientasikan pada tujuan.
2.      Mencegah murid mengalamai Problem Akamedik dan Emosional


Ø Mendesain Lingkungan Fisik Kelas
Prinsip Penataan Kelas
Ada 4 perinsip dasar unttuk penataan kelas, yaitu:
1.      Kurangi kepadatan ditempat Lalu lalang.
Pemisahan area-area yang sering dilewati seperti ruang belajar kelompok, rak buku, meja murid dll. Buat semudah mungkin untuk diakses.
2.      Pastikan bahwa anda dapat dengan mudah melihat murid.
Hal yang paling penting di kelas adalah guru dapat bertatap muka dengan murid. Pastikan tidak ada murid yang tempat duduknya tidak dapat diperhatikan.
3.      Pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah diakses.
Cara ini dapat mengurangi kelambatan proses belajar karena segala barang yang diperlukan dapat dengan mudah didapat.
4.      Pastikan murid dapat dengan mudah melihat semua persentasi di kelas.
Cara ini membuat murid lebih nyaman saat presentasi di kelas sehingga murid dapat dengan maksimal mendengaar hasil presentasi.

Gaya Penataan
Penataan Kelas Standart
1.      Gaya Auditorium Tradisional, semua murid menghadap langsung ke pada guru. Auditorium ini sering kali dipakai saat dikelas.
2.      Gaya Tatap Muka, murid saling tatap muka namun dengan cara ini murid akan lebih besar mengalami ganguan ketimbang dengan susunan auditorial.
3.      Gaya Off-Set, 2 atau 4 orang murid duduk dengan tidak berhapan langsung, gangguan pada gaya off-set ;ebih sedikit dan cocok untuk pembelajaran komperatif.
4.      Gaya Seminar, murid berjumlah 10 atau lebih duduk di susunan yang berbentuk lingkaran, persegi atau bentuk U. cara ini sangat efektif apabila guru ingin menciptakan komunikasi yang baik dengan siswa.
5.      Gaya Klester, murid berjumlah 4 sampai 8 dan bekerja dalam kelompok kecil, susunan ini efektif untuk pembelajaran kolaboratif.

Langkah-langkah Mendesain Kelas
·         Pertumbuhan apa aktivitas yang akan dilakukan murid.
·         Buat gambaran rencana tata ruang.
·         Libatkan murid dalam perencanaan tata ruang kelas.
·         Cobalah rancangan dan bersikaplah fleksibel dalam mendesainnya.


Ø Menciptakan Lingkungan yang Positif untuk Pembelajaran.
Strategi Umum :
Mencakup penggunaan gaya otoritatif dan manajemen aktivitas kelas secara efektif.
·         Gaya Otorotatif
Guru yang mendidik dengan otoritatif cendrung  membuat murid akan lebih mandiri, tidak mudah puas, dan mau bekerja sama dengan teman. Gaya otoritatif sangat efektif untuk murid.
·         Gaya Managemen Kelas Otoritarian
Fokusnya adalah menjaga keteraturan di kelas. Murid yang di kelas otoritarian cendrun glebih pasif, dan otoritarian sangat bertentangan dengan gaya otoritatif.
·         Gaya Managemen Kelas Permisif
Memberi banyak otonomi pada murid tapi tidak memberi banyak dukungan untuk pengembangan keahlian pembelajaran atau pola perilaku murid. Murid kelas permisif cendrung memiliki keahlian akademik yang tidak memadai dan control diri yang rendah.
·         Mengelola Aktivitas Kelas Secara Efektif
Kounin menyimpulkan bahwa guru yang efektif berbeda dengan guru yang tidak efektif  bukan dalam cara mereka merespon perilaku menyimpanng murid, tetapi berbeda dalam cara mereka mengelola aktivitas kelompok secara kompeten.

Manajer Kelas yang Efektif
·         Menunjukkan  seberapa jauh mereka mengikuti
Guru yang senantiasa menakuti apa yang terjadi akan selalu memonitor murid secara regular sehingga mereka bisa mendeteksi perilaku yang salah jauh sebelum masalah itu semakin menyebar sedangkan guru yang tidak mengikuti perkembangan kemungkinan besar tidak akan melihat perilaku yang salah tersebut.
·         Atasi situasi tumpang tindih secara efektif
Guru yang effektif akan mampu mengatasi situasi tumpang tindih secara lebih baik.
·         Menjaga kelancaran dan kontinuitas pelajaran
Manajer yang efektif akan menjaga aliran pelajaran tetap lancar, mempertahankan minat murid dan menjaga agar murid tidak mudah terganggu.
·         Libatkan murid dalam aktivitas yang menantang
Manajer kelas yang efektif melibatkan murid dalam berbagai tantangan tetapi bukan aktivitas yang terlalu sulit.

Membuat, Mengajarkan, dan Mempertahankan Aturan Prosedur
Agar bisa berjalan dengan lancar maka kelas perlu punya aturan dan prosedur yang jelas. Tanpa aturan dan prosedur yang jelas akan muncul kesalah pahaman  yang bisa melahirkan kekacauan.

Membedakan Aturan Dan Prosedur. Baik aturan maupun prosedur adalah pernyataan ekspektasi tentang perilaku. Aturan fokus pada ekspektasi umum atau spesifik atau standar perilaku sedangkan prosedur diterapkan untuk aktivitas spesifik dan diarahkan untuk  mencapai suatu tujuan bukan untuk melarang perilaku tertentu atau menciptakan standar umum.

Mengajarkan Aturan Dan Prosedur
·         Beberapa guru mau melibatkan murid dalam pembuatan aturan.
·         Beberapa guru memulai dengan diskusi kelas.
·         Di beberapa sekolah, murid di izinkan berpartisipasi dalam menentukan aturan sekolah.

Mengajak Murid Untuk Bekerja Sama
Ada 3 strategi mengajak murid untuk bekerja sama.
1.      Menjalin hubungan positif dengan murid
Tunjukkan perhatian pada murid sebagai individu sehingga mereka mau diajak bekerja sama.
2.      Mengajak murid untuk berbagi dan mengemban tanggung jawab.
Beberapa factor manajemen kelas percaya bahwa berbagai tanggung jawab dengan murid untuk membuat keputusan kelas akan meningkatkan komitmen atau kepatuhan murid terhadap keputusan itu.
3.      Beri hadiah terhadap perilaku yang tepat.
Beberapa pedoman untuk menggunakan imbalan dalam mengelola kelas.
·         Memilih penguat yang efektif
Berikan penguat paling efektif bagi setiap murid apakah memberikan pujian atau pemberian aktivitas tertentu.
·         Gunakan prompt dan shaping secara efektif
Beberapa bentuk prompt bisa berupa isyarat atau penginngat sedangkan shaping bisa melibatkan pemberian hadiah kepada murid jika bisa melaksanakan perilaku yang mendekati perilaku sasaran.
·         Gunakan hadiah untuk memberi informasi tentang penguasaan, bukan untuk mengontrol perilaku murid.
Imbalan yang mengandung informasi tentang kemampuan penguasaan murid bisa menaikkan motivasi intrinsik dan rasa tanggung jawab namun imbalan yang digunakan untuk mengontrol perilaku murid kecil kemungkinannya bisa menaikkan rasa tanggung jawab dan regulasi diri.


Ø Menjadi Komunikator Yang Baik
3 aspek utama dalam komunikasi adalah keterampilan berbicara, mendengar, dan komunikasi nonverbal.
1.      Keterampilan Berbicara
Berbicara di depan kelas dan di depan banyak murid. Kejelasan adalah hal yang penting dalam  pengajaran, berikut beberapa strategi untuk jelas dalam berbicara di kelas:
a)      Gunakan tata bahasa yang benar
b)      Memilih kosakata yang gampang dipahami
c)      Terapkan strategi  untuk meingkatkan kemampuan murid dalam memahami kata kita
d)     Berbicara dengan tempo yang tepat
e)      Tidak menyampaikan hal-hal yang kabur
f)       Gunakan perantaraan dan pemikiran logis

Pesan kamu dan saya. Komunikasi dengan kata “kamu” dianggap tepat karena lebih terarah seperti menghakimi, sedangkan komunikasi dengan kata “saya” akan lebih merefleksikan perasaan pembicara.

Bersikap asertif (tegas). Aspek lain dari komunikasi verbal adalah cara menangani konflik yang terdiri dari 4 gaya yaitu agresif, manpulatif, pasif, atau asortif. Gaya agresif lebih cendrung galak, menuntut, dan kasar. Gaya manipulatif adalah gaya dengan membuat orang merasa bersalah. Gaya pasif bersikap tidak tegas dan pasrah. Gaya asortif mengekspresikan perasaannya meminta apa yang diinnginkan dan berkata tidak untuk yang tidak disukainya dan hal ini bisa menciptakan hubungan yang positif dan konstruktif.
Untuk bisa bersikap asertif ada beberapa strategi yaitu:
a)      Evaluasi hak-hak anda
b)      Kemukakan problem anda dan konsekuensinya pada orang yang terlibat konflik
c)      Ekspresikan perasaan anda tentang situasi tertentu
d)     Kemukakan permintaan anda

Berikut pedoman untuk mengajukan permintaan yang asertif:
a)      Gunakan perilaku nonverbal yang asertif
b)      Kemukakan permintaan anda secara sederhana
c)      Hindara mengajukan permintaan lebih dari satu dalam satu waktu
d)     Jangan minta maaf atas permintaan anda
e)      Deskripsikan manfaat permintaan anda

Rintangan komunikasi verbal yang efektif. Rintangan dalam menjalankan kommunikasi verbal efektif, yaitu:
a)      Kritik
b)      Memberi julukan
c)      Menasehati
d)     Mengatur-atur
e)      Caremah moral.

Memberi ceramah yang efektif. Pedoman dalam memberikan ceramah:
a)      Jalin hubungan dengan audien
b)      Kemukakan tujuan anda
c)      Sampaikan secara efektif
d)     Ikuti konfensi yang tepat
e)      Tata dengan rapi
f)       Memasukkan bukti dan ide
g)      Gunakan media secara efektif

2.      Keterampilan Mendengar
Keterampilan mendengar yang baik adalah gaya mendengar yang memberi perhatian penuh pada pembicara, memfokuskan diri pada isi intelektual dan emosional dari pesan atau yang disebut mendengar aktif. Berikut strategi untuk mengembangkan keterampilan mendengar:
a)      Beri perhatian pada orang yang berbicara
b)      Porafrasa
c)      Sintesiskan tema dan pola
d)     Beri umpan baikl atau tanggapan dengan cara yang kompeten.

3.      Keterampilan Secara Nonverbal
Berikut beberapa contoh perilaku umum saat berkomunikasi secara nonverbal:
a)      Mengangkat alis sebagai tanda tak percaya
b)      Bersedekap untuk melindungi diri
c)      Mengedipkan satu mata untuk menunjukkan kehangatan
d)     Mengetukkan jari tanda tak sabar
e)      Menepuk dahi tanda lupa

Ekspresi Wajah dan Komunikasi Mata. Wajah seseorang akan mengungkapkan emosi dan perhatian mereka seperti senyum, merengut dan tatapan bingung. Pada umumnya selain wajah kontak mata juga digunakan, kontak mata yang intens dianggap menyukai namun penggunaan kontak mata berbeda di tiap-tiap Negara tergantung budaya.

Sentuhan. Sentuhan dapat menjadi bentuk komunikasi yang kuat. Menyentuh dapat dipakai untuk menghibur seseorang yang mengalami stress atau pengalaman buruk.

Ruang. Untuk menghormati priavy siswa usahakan sediakan ruang individual seperti meja, kursi, dan loker.

Diam. Komunikasi nonverbal dam akan membuat pendengar yang baik akan :
a)      Mengamati mata pembicara, ekspresi wajah,posyur dan isuarat komunikasi
b)      Memikirkan tentang apa sedang dikomunikasikan orang lain
c)      Bertanya-tanya apa yang sesungguhnya dirasakan orang lain
d)     Mempertimbangkan jawaban yang paling tepat


Ø Menghadapi Perilaku Bermasalah
Perilaku bermasalah akan muncul pada lingkungan kelas bahkan di lingkungan kelas yang positif, maka dari itu kita harus menghadapinya dengan baik dan tepat waktu.

Strategi Manajemen
Carolyn Evertson dan teman-temannya Emmer, Warsham membedakan antara intervensi minor dan moderat dalam menangani perilaku bermasalah.

Intervensi Minor. Problem-problem berupa perilaku yang mengganggu aktivitas kelas dan proses belajar mengajar seperti siswa yang rebut, berjalan-jalan, dan makan di kelas.
Strategi Intervensi Minor ialah:
a)      Gunakan isyarat nonverbal
b)      Terus lanjutkan aktivitas belajar
c)      Dekati murid
d)     Arahkan perilaku

Intervensi Moderat. Perilaku yang sudah melewati batas seperti cabut dari kelas, menggangu perlajaran dan perkerjaan murid lainnya.
Strategi Intervensi Moderat ialah:
a)      Jangan beri aktivitas yang mereka ingkinkan
b)      Baut perjanjian
c)      Kenakan hukuman atau sanksi

Menggunakan Sumber Daya Lain. Seperti mencari bantuan dari orang lain, berupa:
a)      Mediasi teman sebaya
b)      Koferensi guru dan orang tua
c)      Minra bantuan kepala sekolah atau konselor
d)     Cari mentor


Menghadapi Agresi
Banyak kondlik yang terjadi disekolah dan audah sepatutnya menghindarinya. Seperti perkelaian, bullying dan perkembangan atau permusuhan terhadap guru.

Program Berbasis Kelas Dan Sekolah
Diantaranya ada 3 program untuk mengatasi perilaku bermasalah.

Program pengayaan kompetensi sosial. Program ini mencakup kompetensi control diri, manajemen stress, pemecahan masalah, pembuatan keputusan, komunikasi dan asertivitas.

Program peningkatan kesadaran sosial-pemecahan problem sosial. Program ini didesain untuk anak SD. Selama fase intruksional, guru menggunakan pelajaran tertulis untuk memperkenalkan aktivitas kelas.

Program kompetensi sosial untuk remaja muda. Program 45 sesi untu anak SMP/SMA ini memberikan instruksi berbasis kelas dan membangun dukungan environmental yang didesain untuk:
·         Mempromosikan kompetensi sosial dengan meningkatkan control diri, pengelolaan stress, melibatkan dalam tanggung jawab pembuatan keputusan, pemecahan problem sosial, dan meningkatkan keahlian komunikasi.
·         Meningkatkan komunikasi antara personel sekolah dengan murid
·         Mencegah perilaku antisocial, dan agresif

Tipe C dalam manajemen kelas dan sekolah. Menurut David dan Roger Johson
·         Cooperative community
·         Constructive conflict resolution

·         Civic valves