Jumat, 27 Juni 2014

Pengalaman Pedagogi dan Andragogi

Pengalaman Pedagogi dan Andragogi

            Pedagogi
Pedagogi ialah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru yang dalam istilahnya merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran pada anak-anak TK dan SD. Pedagogi juga memilki ciri-ciri yang menjelaskan tentang teknik pembelajaran yaitu :
  • Pengalaman Siswa yang sedikit atau terbatas

Karena siswa baru mulai belajar bersama siswa-siwa yang lain, dan mungkin menjadi pengalaman pertama.
  • Kesiapan belajar hanya sebatas mengetahui

Karena disini siswa tidak tau bagaimana proses belajar mengajar dan terkesan mengikuti saja arahan dari pengajar tanpa mempertanyakannya.
  • Metode yang diajarkan pasif

Karena siswa sepenuhnya mengikuti pengajara dan tidak diminta untuk member tanggapan dan feedback.
  • Semua aktivitas dikontrol pengajar

Aktifitas yang ada sepenuhnya dikendalikan pengajar sesuai dengan keinginan pengajar ataupun materi yang diberi.
  • Orientasi kepada siswa

Karena siswa yang memiliki ciri-ciri seperti diatas.


Pengalaman dalam pedagogi

Pengalaman pedagogi saya berada pada masa saya TK (Taman Kanak-kanak). Di TK saya merasa sangat berkesan dan sangat bahagia karena penuh dengan bermain dan kebahagian. Tidak ada target dan tidak ada tugas, yang ada hanyalah permainan yang mendidik dan nyanyi-nyanyian yang menambah semangat. Aktifitas saya disana sepenuhnya diawasi oleh guru dan terkesan diarahkan tetapi saya tetap merasa bebas karena saya merasa nyaman. Disana saya belajar berhitung, mengeja, menggambar, menyanyi  dan semua kegiatan yang mendukung kreatifitas saya selaku siswa. Dan ketika saya sudah masuk di SD (Sekolah Dasar) saya mulai merasa bermain itu kurang dilakukan dan mulai serius dengan pelajaran. Materi yang disampaikan pun mulai lebih berat dan pelan-pelan meningkat tiap naik kelas. Saya mulai diberi tugas di kelas dan tugas untuk dirumah yang kadang membuat saya bingung untuk dikerjakan sendirian. Tetapi perlahan-lahan saya mulai terbiasa dengan tugas di kelas maupun tugas untuk di rumah.


              Andragogi
Andragogi ialah proses untuk melibatkan peserta didik yang dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Dimana orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).dan istilah andragogi digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara pendidikan yang diarahkan diri sendiri dengan pendidikan melalui pengajaran oleh orang lain. Andragogi juga memilki ciri-ciri yang menjelaskan tentang teknik pembelajaran yaitu :
  • Pengalaman Mahasiswa sudah banyak

Karena siswa sudah terlebih dahulu menjalani proses belajar mengajar di TK, SD, SMP, dan SMA sehingga sudah pasti banyak pengalamannya.
  • Kesiapan belajar sudah matang

Karena sudah banyak mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga kesiapan  untuk mendapat pelajaran yang lebih pun sudah matang.
  • Metode yang diajarkan aktif

Karena mahasiswa belajar untuk mengemukakan pendapat dan member pandangannya tersendiri akan sesuatu hal atau materi yang diajarakan oleh pengajar.
  • Semua aktivitas tidak dikontrol pengajar

Aktivitas belajar mengajar diberikan pada tiap-tiap mahasiswa karena pengajar hanya sebagai fasilitator dan bukan satu-satunya sumber ilmu.
  • Orientasi kepada mahasiswa

Karena mahasiwa yang memiliki ciri-ciri seperti diatas.


Pengalaman dalam Andragogi

Pengalaman andragogi saya berada pada masa saya kuliah sekarang. Persiapan saya saat masuk kuliah sudah saya persiapan terlebih dahulu pada tamat SMA agar saya dapat gambaran saat masuk kuliah nantinya. Hasilnya ialah saya mendapat gambaran untuk masuk kuliah dan keadaan disana, dan saya pun merasa berhasil ketika masuk kuliah. Di sini saya merasa belajara itu datang dari diri kita sendiri karena kuliah ialah keinginan kita dan bukan keinginan dosen pengajar kita. Dosen disini hanya sebagai fasilitator dan kitalah yang mencari ilmu lebihnya dari berbagai macam refrensi apakah itu dari buku atau dari internet. Saya merasa sedikit ketika harus mencari bahan kuliah sendiri karena saya takut salah dan hasilnya kurang memuaskan. Tetapi pada akhirnya saya mampu membiasakan diri dengan bertanya dengan senior dan dosen untuk bagai mana mencari bahan yang baik dan benar. Dan lama-kelamaan saya merasa nyaman meski rada kesulitan ketika mencari materi karena kebanyakan materinya berbahasa asing sehingga harus di translate terlebih dahulu agar lebih mudah dimengerti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar